Monday, March 22, 2010

Kisah Orang-orang Yang Masuk Desa Dengan Merangkak Diatas Pantat Mereka

Ini kisah tentang pengingkaran dan kedurhakaan dalam membalas nikmat dan kebaikan. Allah memerintahkan Bani Israil agar masuk ke sebuah desa di bumi yang suci (Baitul Maqdis) dengan kemenangan dan ketundukan kepada Allah serta permohonan ampunan dan rahmat kepada-Nya. Akan tetapi, mereka mengganti ucapan dengan ucapan lain yang tidak disampaikan kepada mereka. Mereka masuk dengan merangkak di atas pantat mereka, meneriakkan perkataan orang-orang bodoh dengan slogan-slogan kosong, mengganti kalamullah. Maka, Allah menurunkan siksa dari langit kepada orang-
orang dzalim di kalangan mereka.


NASH HADIS

Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Dikatakan kepada Bani Israil, 'Masuklah pintu gerbang sambil bersujud dan katakanlah, 'Bebaskanlah kami dari dosa.' (QS. Al-Baqarah: 58). Lalu mereka mengganti. Mereka masuk dengan merangkak di atas pantat mereka dan berkata, 'Satu biji dalam sehelai rambut."

Muslim meriwayatkan dengan lafazh, "Dikatakan kepada Bani Israil, 'Masuklah pintu gerbang dengan bersujud dan ucapkanlah, 'Bebaskanlah kami dari dosa.' Niscaya kesalahan kalian diampuni. Lalu mereka mengganti. Mereka pun masuk gerbang dengan merangkak di atas pantat mereka. Mereka berkata, 'Sebiji dalam sehelai rambut'."

TAKHRIJ HADIS

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab kisah Khidhir dengan Musa (6/436, no. 3403) dan dalam Kitab Tafsir di tafsir surat Al- Baqarah (8/164, no. 4479), dalam tafsir surat Al-A'raf (8/304, no. 4641).
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab Tafsir (4/2312, no. 3015).

PENJELASAN HADIS

Allah Tabaraka wa Taala menyampaikan kepada kita di dalam kitab-Nya bahwa Dia memerintahkan Bani Israil agar masuk ke sebuah desa di Baitul Maqdis dengan sujud, yakni tunduk dan patuh kepada Allah, bukan dengan takabur dan sombong, dan agar mereka memohon kepada Allah pada waktu mereka masuk untuk menghapus dosa-dosa mereka dan mengampuni kesalahan-kesalahan mereka. Akan tetapi, mereka tidak masuk seperti yang telah Tuhan ajarkan kepada mereka dan tidak mengatakan seperti yang telah Tuhan ajarkan kepada mereka dan tidak mengatakan seperti yang Allah perintahkan kepada mereka. Mereka masuk dengan merangkak di atas pantat mereka. Mereka mengatakan,

"Sebiji gandum atau biji dalam sehelai rambut." Maka Allah menurunkan siksa kepada mereka akibat kefasikan mereka. "Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman, 'Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya yang banyak lagi enak yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah, 'Bebaskanlah kami dari dosa.' Niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang- orang yang berbuat baik.' Lalu orang-orang dzalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang dzalim tersebut siksa dari langit,
karena mereka berbuat fasik." (QS. Al-Baqarah: 58-59)

Orang-orang dzalim tersebut telah menyambut nikmat Allah dengan kekufuran. Mereka tidak menjalankan perintah-Nya dan tidak mensyukuri nikmat Allah kepada mereka. Bandingkanlah dengan keadaan Rasulullah dan para sahabatnya manakala mereka masuk Makkah dengan kemenangan. Mereka masuk dengan ketundukan dan kerendahan hati sampai kepala Rasulullah menyentuh pelananya pada saat beliau masuk Makkah dengan ketundukan dan kepasrahan kepada Allah.

PELAJARAN-PELAJARAN DAN FAEDAH-FAEDAH HADIS

Penjelasan tentang besarnya dosa orang-orang yang merubah perintah dan syariat Allah, yakni orang- orang yang kufur terhadap nikmat Allah. Mereka menyelewengkan kalam Allah, seperti yang dilakukan orang-orang dzalim dari kalangan Bani Israil.

Pada Bani Israil, bahkan di generasi mereka, terdapat orang-orang yang berhati keras. Jiwa mereka busuk dan akal mereka menyimpang. Di antara mereka adalah orang-orang seperti wahyu yang menceritakan tentang kesesatan dan kebengalan mereka.

Petunjuk yang Allah berikan kepada Bani Israil dan disampaikan oleh Al-Qur'an dan hadis Nabi kepada kita, di mana kaum muslimin yang menang masuk dalam keadaan tunduk kepada Allah, berdoa kepada Nya agar mengampuni. Ini adalah potret yang harus direalisasikan oleh para penakluk kaum muslimin disetiap masa dan tempat.

Harta rampasan perang yang diharamkan atas Bani Israil terbatas pada emas, perak, perabotan, pakaian, dan sejenisnya. Adapun apa yang dimakan, binatang dan tumbuhan tidaklah diharamkan atas mereka. Allah telah membolehkan kepada orang-orang yang diperintahkan untuk masuk desa itu agar makan darinya sesuka mereka. 'Maka makanlah dari hasil buminya yang banyak lagi enak yang kamu suka." (QS. Al-Baqarah: 58)

Sumber:
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab kisah Khidhir dengan Musa (6/436, no. 3403) dan dalam Kitab Tafsir di tafsir surat Al- Baqarah (8/164, no. 4479), dalam tafsir surat Al-A'raf (8/304, no. 4641).
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab Tafsir (4/2312, no. 3015).

No comments:

Post a Comment